Senin, 05 Desember 2011

RENUNGAN : BELAJAR DARI BURUNG *

Bijak Sejenak. 



TETAP OPTIMIS WALAU
BANYAK RINTANGAN



Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang sempurna dibandingkan hewan, sebab manusia dilengkapi dengan Roh dan Akal budi. Roh membuat manusia mengenal Tuhan. Akal budi membuat manusia berbudaya serta mengenal mana yang baik dan jahat. Namun dalam kehidupan sehari-hari terkadang manusia bertindak lebih rendah dari hewan, sehingga kita pun "kembali belajar" pada hewan, agar derajat kita kembali terangkat.    




Bila kita tengah dihimpit permasalahan hidup, terutama masalah nafkah. Kita sering gelap mata dan bertindak kalap, cobalah tengok hewan. Burung berkicau umpamanya (burung berkicau termasuk golongan burung kecil dan lemah). Tiap hari, Burung berkicau riang menyambut pagi, kemudian keluar sarang pergi mencari makan, terkadang terbang jauh. Tak terbayang sebelumnya kemana dan dimana tujuannya karena mereka tidak punya "kantor" dan "ladang" tetap. 


Setelah kenyang barulah mereka pulang ke sarang membawa makanan untuk "keluarganya", namun terkadang Ia harus "puasa" karena makanan itu hanya cukup untuk anak dan pasangannya. Sering pula Ia dan keluarganya terpaksa berpuasa karena seharian Ia tak mendapat makanan untuk dibawa pulang, namun mereka tetap menutup hari dengan kicauan riang di senja hari. 


Meskipun Burung lebih sering mengalami kekurangan makanan, namun yang pasti : Kita tidak pernah melihat Burung berusaha bunuh diri. Kita tidak pernah melihat Burung terbang tiba-tiba menukik tajam membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat burung menenggelamkan dirinya di air. Kita tidak pernah melihat Burung memilih minum racun untuk mengakhiri derita hidupnya. Yang kita lihat hanyalah bahwa Burung tetap riang menyambut dan menutup hari dengan kicauan. Burung tetap optimis akan berkat Tuhan baginya dengan kicauan merdu. 

Nampaknya Burung benar - benar menyadari kalau hidup memang berputar seperti itu, kadang melayang tinggi diatas, kadang berada ditengah dan dilain waktu terhempas kebawah. Burung memahami benar bahwa walaupun Tuhan memberkati, namun Tuhan tak akan pernah melemparkan makanan itu kedalam sarang, melainkan harus dicari dengan kicauan riang dan merdu.  

Yah, sikap optimis menghadapi kehidupan sehari-hari itulah yang dapat kita pelajari dari Burung !. 



******* 


* Disadur dari Tabloid BnR  edisi 116 Minggu II April 2011.